kadang merasa tidak bisa berkata seperti dulu, ketika hidup sudah disibukan oleh rutinitas duniawi dan kesibukan lainnya.
sudah lama blog ini tidak terurus :)
semoga kedepan bisa exist lagi dan berbagi kembali.
Zahra Media
Jumat, 12 Desember 2014
Senin, 09 Juli 2012
Kronologi Doomsday Internet 9 Juli 2012
Kronologi :
1. Sekitar tahun 2008, berkembang
worm/trojan/malware/program jahat yang menginfeksi jutaan komputer di dunia.Salah satu cara kerja program ini adalah mengalihkan
query DNS dari server DNS asli ke server DNS lain ( yang dikelola oleh hacker
), sehingga usermendapatkan informasi yang tidak sesuai dengan aslinya.Program ini terkenal dengan sebutan DNS Changer.Hal ini bisa dimanfaatkan oleh hacker untuk tujuan-tujuan
jahat seperti pemalsuan situs e-commerce,banking,phising dan lain lain.
2. Pada bulan November 2011, FBI berhasil membongkar
salah satu komplotan hacker yang menjalankan server DNS Changer dan menyebarkan
worm/trojan nya.
3. Karena banyak korban terinfeksi mengarahkan secara
tidak sengaja query DNS nya ke server palsu tersebut, maka FBI dengan perintah
pengadilan meminta ISC (Internet System Consortium, ISC adalah lembaga nonprofit
yang membuat salah satu program DNS Server dan juga mengoperasikan beberapa layanan internet seperti
F-ROOT DNS server dan security - www.isc.org
), untuk memasang server pengganti agar user yang menjadi
korban tetap bisa terkoneksi ke internet.
5. Setelah 9 Maret 2012, ISC melihat bahwa masih ratusan
ribu korban terinfeksi yang menggunakan DNS server pengganti sebagai resolver.Karena itu FBI meminta Pengadilan untuk memperpanjang
perintah
pemasangan DNS pengganti.
7. Akibatnya, komputer yang masih terinfeksi kemungkinan
akan mengalami masalah koneksi internet,
mulai dari lambat membuka suatu situs tertentu, atau bisa
juga tidak bisa sama sekali.Namun komputer yang tidak terinfeksi tidak perlu khawatir
dengan issue ini.
Referensi :
-malware.pdf
Saran pencegahan :
Periksa apakah PC terinfeksi worm DNS Changer, dengan
cara membuka
http://dns-ok.us/ dan
Update anti virus
Saran penanggulangan :
Gunakan malware removal tools dari vendor antivirus
contohnya :
lebih lengkap silakan buka http://www.dcwg.org/fix/
Kamis, 07 Juni 2012
Perintah tombol cepat pada Microsoft Office Word
Keyboard Shortcut adalah melakukan perintah cepat di Microsoft Ofice Word dengan menekan satu tombol atau kombinasi beberapa tombol pada kibor.
- Home = Memindah kursor ke awal baris
- End = Memindah kursor ke akhir baris
- Insert = Menempel salinan atau pindahan (lihat penjelasan)
- Page Up = Menampilkan satu jendela ke atas
- Page Down = Menampilkan satu jendela ke bawah
- Num Lock = Menghidupkan/mematikan keypad angka
- Esc = Membatalkan perintah terakhir/menutup kotak dialog
- Tab = Menggeser teks 1 tab, atau berpindah dari satu drawing terpilih ke drawing berikutnya
- Backspace = Menghapus satu karakter di sebelah kiri kursor
- Caps Lock = Mengaktifkan tombol menjadi huruf KAPITAL
- Delete = Menghapus satu karakter di sebelah kanan kursor
- F1 = Menampilkan pertolongan
- F2 = Memindah teks
- F4 = Mengulang aksi terakhir
- F5 = Menuju ke ... = “Ctrl” “G”
- F6 = Berpindah ke frame berikutnya
- F7 = Mengecek ejaan
- F8 = Menghapus teks terpilih
- F9 = Memperbaharui field
- F 10 = Memunculkan huruf jalan pintasan (shortcut) pada menu atau toolbar
- F 11 = Berpindah ke Field berikutnya
- F12 = Simpan berkas dengan nama baru (Save As)
- Ctrl 0 = Menaikkan atau menurunkan 1 spasi
- Ctrl 1 = Membuat teks terpilih menjadi berspasi 1
- Ctrl 2 = Membuat teks terpilih menjadi berspasi 2
- Ctrl 5 = Membuat teks terpilih menjadi berspasi 1,5
- Ctrl A = Memilih seluruh teks
- Ctrl B = Memberi efek tebal pada teks terpilih
- Ctrl C = Perintah salin
- Ctrl D = Memunculkan menu Huruf (Font)
- Ctrl E = Mengetengahkan teks terpilih
- Ctrl F = Perintah mencari kata tertentu
- Ctrl G = Menuju halaman tertentu
- Ctrl H = Mengganti teks dengan teks yang lain
- Ctrl I = Teks yang terpilih menjadi miring atau kembali
- Ctrl J = Teks yang terpilih menjadi rata kanan kiri
- Ctrl K = Membuat hipertaut (Hyperlink)
- Ctrl L = Teks Rata Kiri
- Ctrl M = Menggeser tepi kiri teks (Indentation) ke kanan. Mengembalikan “Ctrl” “Shift” “M”
- Ctrl N = Membuka berkas baru
- Ctrl O = Mencari dan membuka berkas yang telah dibuat
- Ctrl P = Perintah mencetak (mengeluarkan menu pencetakan)
- Ctrl Q = Menghapus format paragraf
- Ctrl R = Teks Rata Kanan
- Ctrl S = Simpan (menyimpan berkas)
- Ctrl T = Menggeser baris menggantung ke kanan. Mengembalikan “Ctrl” “Shift” “T”
- Ctrl U = Memberi garis bawah teks yang dipilih
- Ctrl V = Paste. Menempatkan salinan atau pindahan
- Ctrl W = Menutup jendela
- Ctrl X = Cut. Memindahkan bagian yang dipilih
- Ctrl Y = Redo. Lawan Undo (membatalkan Undo)
- Ctrl Z = Undo (membatalkan perintah editing terakhir)
- Ctrl = = Subskrip Ctrl Shift + = Superskrip
- Ctrl F1 =
- Ctrl F2 = Print Preview
- Shift F3 = Mengubah kasus huruf (Change Case)
- Ctrl Shift A = Mengubah teks terpilih menjadi KAPITAL atau kembali ke bentuk sebelumnya.
- Ctrl Shift B = Mengubah teks menjadi tebal atau sebaliknya
- Ctrl Shift C = Mengopi format (Copy Formatting)
- Ctrl Shift D = Memberi garis bawah dobel
- Ctrl Shift E =
- Ctrl Shift F = Mengubah/memilih model huruf skrip
- Ctrl Shift G = Menampilkan statistik jumlah halaman, kata, karakter, garis, dan lain-lain.
- Ctrl Shift H = Menghapus teks terpilih
- Ctrl Shift I = Memiringkan teks terpilih = “Ctrl” “I”
- Ctrl Shift J = Karakter memenuhi jendela (Distribusi)
- Ctrl Shift K = Mengubah teks terpilih menjadi SMALL CAPS (huruf kapital berukuran kecil, dan
- awal kata huruf kapital normal)
- Ctrl Shift L = Daftar berbulir (Bullets)
- Ctrl Shift Q = Mengubah karakter terpilih menjadi simbol
- Ctrl Shift V = Menempel Format (Paste Formatting)
- Ctrl Shift W = Memberi garis bawah tiap kata
- Ctrl Alt V = Menempel Spesial (Paste Special)
Selasa, 15 Mei 2012
Configuring Switch HP Procurve
Konfigurasi umum
Pikirkan OpenFlow sebagai fitur yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan pada VLAN tertentu. Setiap VLAN dapat memiliki contoh unik dari OpenFlow, menghubungkan ke controller yang berbeda. Langkah pertama adalah membuat VLAN dan menetapkan beberapa port untuk VLAN tersebut. VLAN default adalah 1; <vlan_id> itu bisa apa saja antara 2 dan 4095. Perhatikan bahwa perubahan saklar mengharuskan Anda berada dalam mode konfigurasi.
Menampilkan VLAN saat ini didefinisikan:
Delete a VLAN:
Add port(s) to the VLAN:
Restore default VLAN for port(s):
Remove VLAN from port(s) (must be tied to another VLAN):
Sebagian besar perintah menerima port tunggal, daftar dipisahkan koma, atau tanda hubung-delimited jangkauan. Contoh <ports>:
A1
A1,A2,A3 A1-B2 #
Show configuration:
Prevent unwanted packets (highly recommended):
Show LLDP/spanning tree configuration:
Reboot:
Save configuration:
Sumber
Pikirkan OpenFlow sebagai fitur yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan pada VLAN tertentu. Setiap VLAN dapat memiliki contoh unik dari OpenFlow, menghubungkan ke controller yang berbeda. Langkah pertama adalah membuat VLAN dan menetapkan beberapa port untuk VLAN tersebut. VLAN default adalah 1; <vlan_id> itu bisa apa saja antara 2 dan 4095. Perhatikan bahwa perubahan saklar mengharuskan Anda berada dalam mode konfigurasi.
VLAN Configuration
Masukkan modus konfigurasi (diperlukan untuk membuat perubahan!):config
Menampilkan VLAN saat ini didefinisikan:
show vlan
Menampilkan konfigurasi dan port spesifik VLAN:
show vlan <vlan_id>
Create a VLAN:
vlan <vlan_id> name openflow
Delete a VLAN:
no vlan <vlan_id>
Add port(s) to the VLAN:
vlan <vlan_id> untagged <ports>
Restore default VLAN for port(s):
vlan 1 untagged <ports>
Remove VLAN from port(s) (must be tied to another VLAN):
vlan <vlan_id> untagged <ports>
Sebagian besar perintah menerima port tunggal, daftar dipisahkan koma, atau tanda hubung-delimited jangkauan. Contoh <ports>:
A1
A1,A2,A3 A1-B2 #
Other Commands
Show current firmware revision:show version
Show memory and CPU usage info"
show system
Show configuration:
show running-config
Prevent unwanted packets (highly recommended):
lldp admin-status [dataports] disable no spanning-tree
Show LLDP/spanning tree configuration:
show lldp config show spanning-tree
Reboot:
reload
Save configuration:
write memory
Sumber
Senin, 14 Mei 2012
Perbedaan kabel UTP Cat5, Cat5e, Cat6 dan Cat7
Perbedaan dari masing-masing kategori :
kabel
UTP cat5 : adalah kabel UTP dengan standar yang diciptakan pada tahun
2001 oleh TIA/EIA-568-B. Kabel UTP cat5 hanya dapat melakukan transmisi
data sebesar 100 Mbit/s, kapasitas maksimum ini sama dengan kapasitas
kemampuan ethernet dalam mengirimkan signal data 100BASE-TX [ era tahun
2001 ].
Seiring dengan bertambahnya kebutuhan akan kecepatan, maka telah dikembangkan kabel UTP cat5 ini menjadi kabel UTP cat5e.
Kabel
UTP cat5e / cat5e 350Mhz: adalah kabel UTP yang telah ditingkatkan
kemampuan menampung lebar data, maupun kemampuan mengirimkan data. Cat5e
memiliki kemampuan speed maksimal 350 Mhz atau setara dengan 1 Gbit/s.
Selain memiliki kemampuan speed 1Gbit/s, cat5e memiliki noise yang
sangat kecil ketika mengirimkan data jika dibandingkan dengan cat5, hal
ini dapat dilihat dengan minimnya waktu delay respon ketika mengirimkan
data besar.
Kabel
UTP cat6 / cat6e : adalah kabel premium yang di pasaran jauh lebih
mahal dibandingkan dengan cat5e. Cat6 ini memiliki kemampuan waktu delay
yang nyaris 0 [ nol ] ketika mengirimkan data, sekaligus memiliki
kemampuan maksimal panjang kabel lebih dari 100 meter. Maksimal kabel
cat6 adalah 200 meter dan maksimal lebar data adalah 10Gbit/s.
Kabel
UTP cat7 / cat7e : adalah kabel premium yang sangat cocok sebagai media
yang high traffic berbagai aplikasi dalam 1 kabel [ single cable ].
Maksimum data yang terkirim adalah 10 Gbit/s dengan frekuensi 1000 Mhz.
Berdasarkan spectrum analyze tools, panjang kabel cat7 / cat7e sepanjang
50 meter mampu mengirimkan signal dan data sebesar 40 Gbit/s. Sedangkan
untuk kabel cat7 / cat7e sepanjang 15 meter mampu mengirimkan signal
dan data sebesar 100 Gbit/s.
Senin, 07 Mei 2012
KONFIGURASI VLAN, ROUTING STATIC, DHCP DAN NAT PADA LAYER 3 SWITCH CISCO 3560
Layer 3 switch atau Multilayer Switch adalah switch yang bekerja pada layer 2 dan juga bekerja
pada layer 3 yang mempunyai fungsi routing, kemampuan routing pada layer 3 switch antara lain
routing antar VLAN berdasarkan encapsulation dot 1Q maupun routing protocol static dan routing
protocol dinamis lain seperti Border Gateway Protocol (BGP), Enhanced Interior Gateway Routing
Protocol (EIGRP), Open Shortest Path First (OSPF), dan Routing Information Protocol (RIP). Pada
contoh ini akan diperlihatkan langkah melakukan konfigurasi VLAN pada Catalyst 3560 serta
routing antar VLAN, Routing Static, DHCP dan juga NAT.
Buat Database VLAN pada Switch.
Switch>enable
Switch#vlan
Switch#vlan database
Switch(vlan)#vlan 2 name guest
VLAN 2 added:
Name: guest
Switch(vlan)#vlan 3 name student
VLAN 3 added:
Name: student
Switch(vlan)#vlan 4 name lectureVLAN 4 added:
Name: lecture
Switch(vlan)#exit
APPLY completed.
Exiting....
Switch#
Masuk ke Global Configuration Mode dan lakukan Grouping Port.
Switch#configure terminal
Switch(config)#interface fastEthernet 0/1
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 2
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/2
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 2
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/3
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 3
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/4
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 3
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/5
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 4
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/6
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 4
Switch(config-if)#
Buat Interface VLAN yang berfungsi sebagai gateway tiap-tiap VLAN, Nomor Interface VLAN yang dibuat harus sama VLAN ID yang akan dilewatkan, misalnya interface VLAN 2 itu berfungsi sebagai gateway untuk VLAN 2, begitu juga dengan VLAN yang lain.
Switch(config)#interface vlan 2
Switch(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.0
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface vlan 3
Switch(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface vlan 4
Switch(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#
Untuk memudahan pemberian IP address pada host tiap-tiap VLAN ada baiknya kita membuat
DHCP server, dan pada contoh ini kita akan menggunakan IP 222.124.194.11 sebagai DNS server
Switch(config)#ip dhcp pool vlan2
Switch(dhcp-config)#default-router 192.168.0.1
Switch(dhcp-config)#dns-server 222.124.194.11
Switch(dhcp-config)#network 192.168.0.0 255.255.255.0
Switch(dhcp-config)#exit
Switch(config)#ip dhcp pool vlan3
Switch(dhcp-config)#default-router 192.168.1.1
Switch(dhcp-config)#dns-server 222.124.194.11
Switch(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.0
Switch(dhcp-config)#exit
Switch(config)#ip dhcp pool vlan4
Switch(dhcp-config)#default-router 192.168.2.1
Switch(dhcp-config)#dns-server 222.124.194.11
Switch(dhcp-config)#network 192.168.2.0 255.255.255.0
Switch(dhcp-config)#exit
Switch(config)#
Berikan IP address pada Interface gigabitEthernet 0/1 (anda bisa mengguakan interface lain jika
tidak menggunakan interface ini), perhatikan perintah no switchport , perintah ini digunakan agar
interface tersebut itu bisa diberi IP address seperti halnya pada router atau interface layer 3,
tanpa perintah ini maka interface pada switch hanya sebagai interface layer 2.
Switch(config)#interface gigabitEthernet 0/1
Switch(config-if)#no switchport
Switch(config-if)#ip address 222.124.194.2 255.255.255.0
Switch(config-if)#no shutdown
Switch(config-if)#exit
Buat default routing yang berfungsi sebagai “the last resort” terhadap tujuan packet dalam
menuju alamat yang tidak terdapat pada routing tabel, sehingga packet tidak di-dischard atau
dibuang dari network.
Switch(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 222.124.194.1
Buat NAT sehingga IP private yang berada pada VLAN bisa ditranlasi menuju IP Public, masuk ke interface gigabitEthernet 0/1 dan setting sebgai NAT Outside, kemudian masuk ke tiap-tiap
Interface VLAN yang sudah kita buat dan set sebagai NAT Inside.
Switch(config)#interface gigabitEthernet 0/1
Switch(config-if)#ip nat outside
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface vlan 2
Switch(config-if)#ip nat inside
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface vlan 3
Switch(config-if)#ip nat inside
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface vlan 4
Switch(config-if)#ip nat inside
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#
Kemudian buat aturan NAT dan jangan lupa untuk mengatur access-list agar mengizinkan packet
untuk lewat, perhatikan juga nomor aturan NAT dan access-list keduanya harus mempunya nomor
yang sama, jadi kalau aturan NAT-nya menggunakan nomor 1 maka pada access-list juga harus
menggunakan nomor 1.
Switch(config)#ip nat inside source list 1 interface gigabitEthernet 0/1 overload
Switch(config)#access-list 1 permit any
Switch(config)#
Kembali ke Privilege Mode dan simpan hasil konfigurasian
Switch(config)#exit
Switch#copy running-config startup-config
Switch#
Kamis, 03 Mei 2012
Mengoptimalkan Kinerja Mozila
Mempercepat Tune up Mozila :
- Buka Mozilla.
- Ketikan di addres bar “about:config” (tanpa tanda patik).
- Scroll mouse anda kebawah dan cari “network.http.max-connections“, double klik dan masukan nilai “64“.
- Cari “network.http.max-connections-per-server“, double klik dan masukan nilai “21“.
- Cari ‘network.http.max-persistent-connections-per-server“, double klik dan masukan nilai “8“.
- Doube klik pada “network.http.pipelining ” menjadi “true“.
- Cari “network.http.pipelining.maxrequests“, double klik dan masukan nilai “100“.
- Double klik pada “network.http.proxy.pipelining” menjadi “true“.
- Langkah terakhir, klik kanan dimana saja pilih : New >> integrar >> lalu tulis “nglayout.initialpaint.delay” (tanpa tanda petik”. Kemudian masukan nilai “0“.
Langganan:
Postingan (Atom)

